Di sudut kamar itu, kugenggam erat sebuah pena
Beralas selembar kertas tipis bergaris
Diatas lutut ayng kutekuk, kemudian membungkuk
Kutulis semua hal yang ada di sana
Dari mulai pigura, gitar tua, celana
Hingga pecahan kaca dekat jendela
Lalu ku gambar kamar itu dari setiap sudutnya
Di sudut kamar itu,
Kugambar semua yang kulihat diluar jendela
Dari mulai bunga, pohon tua, udara
Hingga air telaga di ujung sana
Lalu kuingat lagi keindahannya
Di sudut kamar itu,
Aku mulai mengingat tentang dia
Dali mulai matanya, langkahnya, candanya
Hingga sesosok cinta di hatinya
Lalu kulukis wajah cinta, juga kelembutannya
Dan di sudut kamar itu, senyumku merona
Tidak ada komentar:
Posting Komentar