Cari Blog Ini

Selasa, 18 Oktober 2011

PENJAGAL BISU

Akulah penjagal jiwamu
Aku bisa mencabik hatimu
Tanpa ampun
Melihatmu terkoyak
Hanya menambah renungku
Tanpa kata

Aku bisa memotong senyummu
Menghentikan detak hasratmu

Akulah penjagal kebahagiaan
Yang kau temui
Lalu memintamu pergi
Karna ketakutanku menjagalmu
Kusembunyikan dibalik kebisuanku

Sesekali tebaskan pedangku di mimpi sendiri
Tuk menebus dosa
Harap sedikit belas kasih
Ragamu yang kuzalimi
Cintamu yang kubuat mati

Bisu yang berteriak
Memohon ampun padamu
Pada cintaku yang semu

Sabtu, 15 Oktober 2011

DI SUDUT KAMAR


Di sudut kamar itu, kugenggam erat sebuah pena
Beralas selembar kertas tipis bergaris
Diatas lutut ayng kutekuk, kemudian membungkuk
Kutulis semua hal yang ada di sana
Dari mulai pigura, gitar tua, celana
Hingga pecahan kaca dekat jendela
Lalu ku gambar kamar itu dari setiap sudutnya

Di sudut kamar itu,
Kugambar semua yang kulihat diluar jendela
Dari mulai bunga, pohon tua, udara
Hingga air telaga di ujung sana
Lalu kuingat lagi keindahannya

Di sudut kamar itu,
Aku mulai mengingat tentang dia
Dali mulai matanya, langkahnya, candanya
Hingga sesosok cinta di hatinya
Lalu kulukis wajah cinta, juga kelembutannya
Dan di sudut kamar itu, senyumku merona

Jumat, 14 Oktober 2011

Lemah Langkah Jemari

Riuh gemuruh topan melanda
Gelap membeku meragap dada
Rapatkan jari sejajar dahi
Memanggila harap lama dinanti

Melanda harap lama tertunda
Tumbuh benalu rasa tak muda
Jari merenggang merangkul dahi
Menanti terang jalan terbagi

Riuh gemuruh suarakan tanda
Gelap terbias rasa tak muda
Dahi tersapu belai jemari
Senyum merona tersirat mimpi